DESA
PETAK PUTI KECAMATAN TIMPAH KAB.KAPUAS
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TENGAH
Petak Puti adalah nama desa
yang terletak di kecamatan Timpah dengan luas wilayah 300km2 (Wikipedia).
Nama Petak Puti itu sendiri diambil dari nama tanahnya yang berwarna putih
(pasir putih). Jadi desa Petak Puti artinya
desa Tanah
Putih.
Selain memiliki hamparan tanah pasir
yang berwarna putih desa ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang
sangat Wah…!!! SDA tersebut berupa air
terjun Teluk Gaguhup yang terletak dihulu Sei Baru yang bermuara
dibagian hilir kampung. Air terjun ini menyimpan sejarah atau cerita yang
menarik diyakini masyarakat setempat
dahulunya merupakan tempat pemandian dan bermain para bidadari dari khayangan
yang sampai saat ini masih sangat asri dikelilingi oleh pepohonan yang rindang
sehingga memberi kesan natural ditambah lagi airnya yang mengalir berwarna agak
kemerah-merahan sehingga menciptakan swasana yang berbeda bila dibandingkan
dengan air terjun di daerah-daerah lain. Sayangnya tempat wisata air terjun ini
belum diketahui oleh banyak orang yang
pernah berkunjung ke desa ini. Hal ini dikarenakan minimnya informasi dari
warga setempat dan jalan untuk menuju kelokasi pun masih sangat-sangat minim
yakni melalui hutan belantara dan jalan setapak yang jarang dilalui oleh
masyarakat. Semoga dengan adanya sedikit informasi yang saya bagikan lewat postingan ini bisa
mendapatkan perhatian dan partisipasi dari pemerintah daerah untuk ikut serta
membina dan mengelola kekayaan alam yang ada didaerahnya sehingga kedepannya
bisa menjadi salah satu alternatif objek wisata unggulan yang dapat dihandalkan
di Provinsi Kalimantan Tengah dan
khususnya Kab.Kapuas serta mampu
ikut menggerakkan roda perekonomian warga disekitarnya.
Tidak kalah menariknya juga di desa ini
terdapat banyak danau dan anak sungai yang menyimpan kekayaan alam yang sangat
luar biasa didalamnya sehingga bukan hal yang mengherankan jika Desa Petak Puti
merupakan salah satu desa yang terkenal sebagai desa penghasil ikan terbesar di
sungai Kapuas. Hal ini merupakan salah satu magnet yang mampu menarik perhatian
para pecinta hobby Mancing Mania baik dari desa tetangga maupun dari kabupaten
tetangga, yaitu kabupaten Buntok yang selalu menyempatkan diri datang ke desa
Petak Puti tiap akhir pekan demi ingin merasakan sensasi tarikan udang galah
dan ikan predator air tawar. Tidaklah mengherankan jika hampir 70% warga desa Petak Puti menggantungkan hidupnya sebagai nelayan untuk menafkahi dan membiayai anak-anaknya
sekolah, sebagiannya lagi ada berprofesi menjadi petani karet, menambang emas,
dan menjadi karyawan diperusahaan batu bara.
Untuk dapat sampai ke desa Petak Puti
dari ibu kota provinsi Palangkaraya memakan
waktu jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan darat, jalan yang dilalui cukup ektrim
dan menantang karena medan yang dilalui cukup berat yakni sepanjang jalan yang
dilintasi dibalut oleh hamparan pasir yang sesekali memuntahkan debu dikala
berpapasan dengan truck pengangkut batu bara. Walaupun demikian warga
masyarakat desa Petak Puti merasa bersyukur dengan adanya jalan lintas darat
tersebut karena mampu memutus mata rantai keterisolasian dan membuka akses ke
dunia luar khususnya jalur darat. Manfaat yang dapat dirasakan dengan adanya
jalan darat tersebut masyarakat desa dapat dengan leluasa berpergian baik untuk
berobat ke kota, menjual hasil alam yang diperoleh seperti ikan, karet dll,
bahkan untuk membeli sembako atau keperluan hidup lainnya dengan menggunakan
alat transportasi kendaraan roda dua dan roda empat.
Demikian
sedikit gambaran tentang desa Petak Puti dari saya semoga dapat memberi manfaat
dan menambah wawasan baru untuk dapat
lebih mengenal dan tau lebih jauh kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada
kita agar kita lebih pandai bersyukur, turut serta menjaga, melestarikannya untuk anak cucu kita.
Terima Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar